Tips Melatih Pernapasan Saat Lari

Dalam berlari, tentu saja otot kaki adalah yang paling penting. Tapi pernahkah restepers merasa saat kekuatan kaki masih kuat berlari, tapi stamina tidak mendukung? Ada satu otot yang berperan sangat penting dalam berlari, yaitu diafragma.

Diafragma merupakan otot utama yang digunakan saat bernapas. Otot ini terletak di bawah paru-paru dan jantung, yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut. (alodokter.com)

Saat bernapas, diafragma berkontraksi lalu paru-paru mengembang untuk membawa oksigen yang berperan dalam menciptakan energi. Seorang pelari menghirup oksigen dan menghembuskan karbondioksida, yang penumpukannya dapat menyebabkan perasaan cemas dan sesak napas yang akan membuat lari lebih berat.

Berikut adalah tips-tips dalam bernapas sambil berlari yang dapat meningkatkan jarak lari Anda, walaupun sambil mengenakan masker.

Jika Anda tidak bernapas menggunakan diafragma secara efisien maka dapat menimbulkan nyeri seperti rasa sesak, nyeri leher, nyeri punggung dan bahu. Saat Anda mulai fokus pada pernapasan maka Anda akan berlari dengan efisien, ritme yang lebih teratur, dan pikiran yang lebih tenang bahkan pada saat kompetisi lari. Anda akan terhindar dari fatigue dan mempertahankan bentuk tubuh yang baik.

Salah satu alasan pelari pemula kesulitan bernapas adalah mereka belum mengatur respons tubuh mereka terhadap peningkatan keadaan pernapasan. Pada satu titik Anda tidak akan bisa bernapas secara baik untuk memenuhi kebutuhan oksigen tubuh Anda dan menyebabkan rasa cemas dan semakin berat dalam berlari.

Penggunaan Masker

Saat Anda berlari menggunakan masker, mulailah dengan ritme yang perlahan dan tetap, sampai Anda terbiasa, lalu tingkatkan ritmenya.

Pilih masker yang menutup mulut dan hidung, 2 lapis, tidak menghalangi Anda bernapas dan menyerap keringat. Cobalah pernapasan hidung agar menjaga masker tetap kering.


Foto: chargerunning.com

Melatih Ritme

Untuk melatih pernapasan, mulailah dengan ritme rendah, sambil terkadang coba untuk berbicara beberapa kata atau kalimat beberapa menit sekali. Ambil napas melalui hidung, dan keluarkan lewat mulut, agar pertukaran udara lebih teratur.

Dalam beberapa minggu, teknik pernapasan Anda akan meningkat, otot Anda mengaktifkan pembuluh darah baru.

Melatih pernapasan saat lari

Saat tubuh sudah mulai terbiasa, mulai fokus pada pernapasan dengan pola tertentu. Anda dapat mencoba teknik 2:2, mengambil napas 2 hitungan, dan mengeluarkan napas 2 hitungan, atau 2 langkah mengambil napas, 2 langkah mengeluarkan napas, hal ini akan membantu Anda menetapkan ritme lari. Semakin teratur pernapasan Anda, maka stamina akan menjadi lebih panjang, karena aliran oksigen ke otot yang lebih teratur.

Sebagai tambahan, jika Anda belum pernah berlari sama sekali, mulailah dengan berjalan atau berjalan cepat, dan terapkan teknik pernapasan tadi.


source: runnersworld.com

Latest Article

Gowes Saat Hujan? Bungkus…

read more

Mari Nyaman Bersepeda

read more

Hindari Cedera, Demi Gowes Bahagia

read more